BPRS Sarana Prima Mandiri Telah Memiliki “NAHKODA BARU”

Sesuai  hasil RUPS yang diadakan pada hari Rabu, tanggal 26 Jul i2017, secara resmi Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Sarana Prima Mandiri telah menunjuk Bp. Slamet Riyanto yang akrab dipanggil “Pak Yan” menjadi DIREKTUR UTAMA BPRS SARANA PRIMA MANDIRI untuk masa bhakti 2017 – 2022

Sosok “Pak Yan” sudah cukup dikenal dikalangan praktisi perbankan Syariah khususnya di Jawa Timur karena yang bersangkutan saat ini sedang menjabat sebagai ketua Kompartemen BPRS DPW Jawa Timur untuk periode 2016-2019, sebuah asosiasi para Direksi BPRS yang juga berada dibawah bendera Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO)

Pria kelahiran Pamekasan tahun 1960 ini dalam karirnya banyak dihabiskan diluar pulau Madura dimana sejak masa SMA sampai kuliah dia habiskan di pulau Jawa. Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini memulai karirnya dari sebuah perusahaan International Property Consultancy yaitu PT. SGT Brooke Hillier Parker di Jakarta sejak tahun 1990 sebelum berkarir di dunia perbankan.

Karir perbankan dimulai pada tahun 2002 dan bekerja pertama kali di Bank Swansarindo International di Jakarta yang pada akhirnya bank tersebut menjadi cikal bakal berdirinya Bank Syariah Bukopin pada tahun 2008. Sejak mengawali karir di dunia perbankan pria ini memang menyukai dunia usaha mikro dengan alasan bahwa menggeluti dunia usaha yang melibatkan masyarakat golongan menengah bawah ini memiliki “kenikmatan” sendiri karena keberhasilan dalam mengelola usaha mikro ini memberikan dampak kepuasan psikologis tersendiri baginya dan bagi masyarakat disamping tantangan yang harus dihadapi sebagai seorang pelaku bisnis perbankan.

Obsesinya sederhana, yaitu dia ingin berbuat sesuatu yang bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sesuai bidang dan keahliannya dan obsesi itulah yang kemudian membawanya menjadi Direksi di beberapa Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di wilayah Madura yaitu di BPRS Bhakti Sumekar Sumenep, BPRS Bakti Artha Sejahtera Sampang dan sekarang di BPRS Sarana Prima Mandiri.

Kenapa BPRS menjadi lahan “pengabdian”nya? Jawabannya sederhana….. yaitu Usaha Kecil dan Mikro adalah segmentasi usaha yang paling ideal untuk pengembangan lembaga perbankan sekelas BPRS dan masyarakat Madura memiliki tantangan tersendiri dalam mengimplementasi ilmu dan pengalaman perbankan selama dia bekerja di Bank Umum.

Dimana ada Rentenir, maka disitulah ada potensi usaha mikro dan kecil yang harus kita bidik dan menjadi sasaran Bank“, demikian saat ditanya apa kunci sukses yang menjadi pegangannya dalam mengelola BPRS Sarana Prima Mandiri dan masih menurut dia bahwa kunci sukses dalam mengelola BPRS kedepan adalah terletak kepada “kreatifitas para pengelolanya” karena tanpa pemikiran kreatif dan innovatif maka akan terasa agak berat berhadapan dengan para kompetitor.

Pak Yan, memiliki 2 anak dari istri yang bernama Sri Suhartati, alumni SMPP Pamekasan tahun 1981, masing-masing Priandanu Ariyantha dan Destya Dwi Ariyanti yang semuanya alumni Universitas Brawijaya Malang dan sampai saat ini masih berdomisili di Kota Bunga Malang.

SELAMAT UNTUK PAK YAN,…… MUDAH-MUDAHAN KEHADIRANNYA DAPAT MEMBAWA BPRS SARANA PRIMA MANDIRI PAMEKASAN MENJADI BPRS YANG DIMILIKI OLEH MASYARAKAT MADURA KHUSUSNYA MASYARAKAT PAMEKASAN

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *